My Vespa

Posted: November 20, 2008 in Share

Ini adalah Vespa ku yang ke 4, Vespa pertama yang aku beli adalah Vespa tahun 1962 belinya waktu itu tahun 1998 kemudian di tukar dengan yang tahun 1961 trus di jual dan beli lagi tahun 1961 yang barangnya rada “lumayan” bagus (sekarang sedang dalam kondisi di restorasi) di art Scooter di bawah tangan Kang Eddy, di kawasan Pasteur Bandung. Setelah itu barulah Vespa yang ini tahun 1962, di beli dari teman sesama anggota SOG (Scooter Owners Group). Sebelum memiliki Vespa ini, proses pendekatannya memakan waktu yang sangat lama sekali (kaya orang pacaran aja) hampir 1 tahun. Persaingan untuk mendapatkan Vespa tsb juga banyak dari teman sesama anggota SOG. Tetapi dengan kesabaran yang sangat sangat luar biasa akhirnya teman ku mau melepas Vespa tsb. Waktu itu tahun 2004 (tanggal & bulannya lupa). Waktu pertama beli Vespa tsb dalam keadaan 95 % original. Cat masih asli walau keadaanya guladig abis dengan warna biru metalik ciri khas vespa tahun 1962. Sampai-sampai teman ku ada yang bilang ini besi tua atau Vespa. Celotehannya tidak ku tanggapi karena memang aku sangat suka dengan “mainan” baru ku ini. Sekarang vespa tsb sudah di cat ulang dengan menggunkan cat dari produk Danagloss, sudah tiga tahun usia cat tsb jadi rada belel. Bahkan aku sangat bangga karena Vespa tsb menjadi pusat perhatian apabila melewati jalanan kota Bandung. Tidak sedikit orang yang bertanya apakah Vespa nya mau di jual ? Ternyata pilihan ku terhadap Vespa ini tidak salah. Triplang, stang, spidometer, ring lampu, mika depan siem di tengah, lampu belakang & mika, bahkan platina masih menggunakan yang punya merk icet. Yang sudah di rubah cuma ban depan & belakang sudah pakai ring 10. Tetapi sekarang stang originalnya sudah di rubah dengan stang milik vespa 1961 yaitu stang cepuk. Cepuk nya tidak di pasang karena alasan ingin vespa yang rada custom. Sudah banyak pengalaman bersama vespa ini, dari mulai touring ke berbagai daerah di Jawa Barat, Lampung sampai dengan Yogjakarta. Tidak pernah  sedikitpun “rewel” karena  mesin masih  di pertahankan dalam keadaan original. Pengalaman yang paling dramatis adalah sewaktu mengantar istri ke Dokter hendak melahirkan. Waktu itu hari senin subuh sekitar jam 05:oo wib, tadi nya mau ke Dokter pake taksi tapi karena air ketuban nya pecah duluan akhirnya di putuskan pake Vespa ke dokternya untuk proses persalinan. karena kalau maksain pake taksi takut tidak keburu karena harus nunggu dulu. Alhamdulillah istri tercinta akhirnya melahirkan bayi perempuan yang lucu dan imut walaupun dengan proses operasi cesar, yang selanjutnya ku beri nama Jeihan. Thanks ya Vespa.

Comments
  1. t3ttynur says:

    duh…..terharu banget deh bacanya,palagi waktu nganterin bubu ke RS..hik…hik…hik… :((

  2. kodok goreng says:

    salut kang…wuahh..makasih banyak udah nulis sejarah vespa congo juga tuch… rajin nulis terus kang nya….semangat!!! salam vespa ti scooter_ranger@yahoo.com… lone scooter ranger we abdi mah….heuheuy..hatur nuhun…

  3. triescooter61 says:

    Aih…Kok sejarah vespanya mirip banget dgm vespa 61 yg aku py kang ? Malem jam 2 dinihari anak ke 2 ku Fajri di anter vespa ketuban pecah pemb 4 he..he

    [ wah kebetulan yg sangat jarng terjadi ya bro, makanya vespa yg satu ini menjadi vespa kesayangan dengan label NOT for SALE hehehehe ]

  4. ovanscoot says:

    setang th 60 spido kotak nego
    hub; 08999616100

  5. skepa says:

    mntab x ya ….
    sjarh vespa y…

  6. bodor says:

    orang bandung???
    sami atu kang….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s